Jenis-jenis Tari

1. Tari Primitif Tari yang dilakukan turun-temurun dalam lingkungan suku-suku terasing (primitif). Ciri-cirinya adalah sederhana, unsure magis dan ritual yang mendominasinya. Dan tidak mempunyai pola yang khusus atau menetap.

2. Tari Kerakyatan Penggarapan tari yang dilakukan secara turun temurun dilakukan oleh masyarakat luas. Diluar keratin atau istana. Adapun cirri-cirinya adalah : sederhana, unsur magis berfungsi sebagai upacara dan kegembiraan. Telah mempunyai bentuk penggarapan yang semi permanen, tetapi tidak memiliki patokan (tata aturan teknis atau artistik) yang dianut.

3. Tari Klasik Tari secara turun temurun dilakukan oleh empu atau para ahlidilingkungan istana. Ciri-cirinya adalah : bersifat ritual, serius (ditampilkan secara seremonial), hikmat. Mempunyai patokan-patokan dan standar yang baku, baik segi teknis ataupun segi artistik.

 

oleh Ferry Cahyo N

Sumber : Mata Kuliah Repertoar 2 oleh Triwahyuningtyas

Pengertian Tari Tradisi

Tari tradisi adalah sebuah tata cara yang berlaku disebuah lingkungan etnik tertentu yang bersifat turun – temurun. Tari tradisi diartikan sebagai sebuah tata cara menari atau menyelenggarakan tarian yang dilakukan oleh sebuah komunitas etnik secara turun – temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Karena aspek berkelanjutan tersebut, maka terciptalah konveksi berikutnya diyakini sebagai tata aturan yang bersifat mengikat (baku).

            Misal : Tari Jaranan, tayub, wayang topeng, dll.

oleh Ferry Cahyo Nugroho

sumber : Mata Kuliah Repertoar 2 oleh Triwahyuningtyas

Kamus Istilah Seni Rupa A

ABSTRAK

  • Tidak berwujud; tidak berbentuk; mujarad; niskala;
  • ringkasan; inti, ikhtisar (karangan, laporan, dan lain sebagainya)

Seni Absrak dalam arti murni adalah ciptaan-ciptaan yang terdiri dari susunan garis, bentuk dan warna yang sama sekali terbebas dari ilusi atas bentuk-bentuk dari alam, tetapi secara lebih umum, ialah seni di mana bentuk-bentuk alam itu tidak lagi berfungsi sebagai objek ataupun tema yang harus dibawakan, melainkan sebagai motif saja. Wasilly Kandinsky adalah pioner dalam seni ini.

ABSTRAK EKSPRESIONISME

Sebuah aliran yang menumpahkan gejolak jiwa manusia yang digambarkan secara spontan / abstrak. Merupakan gerakan dalam seni lukis yang paling dinamis pada tahun 40-an. Perkembangannya terjadi di New York, dengan adanya gaya ini maka orang-orang Eropa untuk pertama kalinya mengarahkan pandangannya ke Amerika sebagai pusat perkembangan seni lukis dunia.  Pioner di dalamnya antara lain Arshile Gorky (1905-1948), Hans Hofman (1880-1966), Jackson Pollock (1912-1956), Willem de Kooning, Tomlin dan Frans Kline. Mereka juga dapat disebut sebagai “action painting”. Sumber utama gerakan ini ialah improvisasi Kandinsky yang kemudian ditambah dengan Dadaisme Duchamp serta Surealisme Miro dan Paul Klee.

ABSTRAKISME

Sebuah aliran seni yang menggambarkan sebuah bentuk yang tidak berwujud, non figuratif.

ABSTRAKSI

  • proses atau perbuatan memisahkan;
  • proses penyusunan abstrak;
  • metode untuk mendapatkan pengertian melalui penyaringan terhadap gejala atau peristiwa.

Dalam seni rupa, proses ini kerap menjadi jalan menjadi jalan untuk menangkap secara simpel dari sebuah objek / peristiwa / gejala.

ABSTRAKSIONISME

Sebuah aliran seni yang menggambarkan sebuah abstrak (ringkasan) dari sebuah tema, gejala atau peristiwa kehidupan.

ABU-ABU

  • warna yang serupa dengan abu kayu bakar; berwarna kelabu;
  • mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa dengan warna abu;
  • pencampuran warna antara (cat) hitam dan putih;

KAWASAN ABU-ABU (gray zone) istilah yang kerap dipakai / disepakati oleh kritikus /pengamat untuk menandai sebuah kawasan yang dianggap di luar mainstream (Euro America) dan tidak berada di lingkungan yang jelas, yaitu negara-negara ketiga seperti Asia Pasifik dan Afrika, di satu sisi arus ini memang melepaskan dominasi arus utama dan disisi lain meninggalkan konfrontasi Barat-Timur. Dalam arus ini standar universal tidak lagi dibicarakan dan diperdebatkan lagi kebenarannya.

ACANTHUS

Ornamen berbentuk daun yang menyerupai telapak tangan yang berasal dari daun tumbuh-tumbuhan Accanthus Mollis. Ornamen ini merupakan bentuk karakteristik dari gaya Corinthia. Motif ornament ini banyak dijumpai pada pilar-pilar dan bangunan pada zaman Byzantine, Romanesque dan Renaissance.

ADVERTISING

Berasal dari kata advertise yang berarti mengiklankan, memperlihatkan. Dalam seni rupa hal ini sering dikaitkan dengan dunia desain komunikasi visual yang merupakan salah satu bentuk penguasaan bagaimana cara memperlihatkan, mengiklankan dan mempromosikan produk-produk baik jasa maupun barang.

AIRBRUSH

Merupakan salah satu cara melukis dengan menggunakan udara bertekanan tinggi untuk menyemprotkan cat pada canvas. Teknik ini mempergunakan alat khusus yang memiliki semacam mata pena dengan ukuran yang bermacam-macam untuk menghasilkan jenis semprotan yang diinginkan, mulai dari membuat titik kecil hingga besar.

AKHROMATIK

Merupakan warna yang terdiri dari hitam, putih, dan abu-abu. Dapat dikatakan keadaan tidak berwarna, mengandung zat yang sudah diwarnai, sehingga ada yang menganggap bahwa hitam dan putih bukan merupakan warna.

AKRILIK

Salah satu bahan melukis yang megandung polimer ester poliakrilat, sehingga memiliki daya rekat yang sangat kuat terhadap medium lain, dan standarpengencer yang digunakan adalah air.

AKSESORI

Barang tambahan atau barang alat ekstra yang berfungsi sebagai  penambah nilai bagi alat lain. Aksesori dianggap karya seni yang dapat berdiri sendiri yang dapat ditampilkan sebagai ragam pesona tersendiri. Lebih tepatnya karya kerajinan yang berhubungan dengan benda pakai lainnya sehingga terlihat lebih member perhatian.

AKUATIN (Aquatint)

Merupakan salah satu proses / teknik dalam seni cetak grafis. Kata Aquatint digunakan atas pertimbangan bahwa reproduksi Aquatint itu mirip dengan gambar aquarel (transparan). Sebagai dasar berkarya adalah bahan tembaga atau seng yang diberi lapisan resin ( kolofonia atau bila berbebtuk cairan disebut terpetin ). Agar lebih melekat logam dilapisi pelindung kemudian dipanaskan, lalu dilanjutkan dengan proses pengasaman.  Disini akan terjadi perbedaan  tinggi  rendahnya gigitan asam pada lembaran seng tadi. Teknik akuatin jarang dipakai sendirian, kecuali untuk cetakan berwarna. Paul Sanby (1725-1809) adalah orang Inggris yang banyak dikenal sebagai orang pertama memakai teknik ini. Juga seniman Fransisco Goya (1746-1828) sangat kuat dalam mengekplorasi teknik ini, oleh karena itu ia mendapat julukan  the greatest master for the technique (aquantin) (B.S. Myers). Teknik ini sendiri ditemukan oleh Jean Baptiste le Prince (1734-1784) pada tahun 1769.

AKULTURASI

Istilah ilmu sejarah kebudayaan yang berarti proses pencampuran antara dua kebudayaan atau lebih, yang saling bertemu dan saling mempengaruhi  yang ditandai dengan bilingualitas. Ketike budaya bertemu, ada 3 kemungkinan proses yang terjadi yaitu: perlawanan (konfrontasi); saling menyerap hingga muncul sesuatu yang baru (asimilasi hingga membuahkan sintesis budaya baru untuk kelangsungan hidup); dan ketiga penyesuaian (adaptasi). Apabila satu budaya lebih kuat dalam daya penyesuaiannya hingga yang baru disesuaikan dengan mencangkokkan pada yang ada atau yang ada menyesuaikan diri dengan yang baru. Bila fisik tak berdaya, namun roh budaya mampu beradaptasi. Dalam seni rupa istilah ini sebenarnya tidak begitu banyak dipakai tetapiakulturasikerap terjadi dengan sendirinya pada karya seni rupa, misalnya latar budaya seorang perupa sangat mempengaruhi hasil dan proses kreatif ketika merespon keadaan yang dialaminya.

ALABASTER

Sejenis batu Kristal yang tonasi warnanya dari putih ke kuning muda. Jenis batu ini banyak digunakan di Assyria untuk benda-benda pakai (bentuk-bentuk tong kecil) dan juga sebagai relief-relief besar dan bahkan juga sebagai patung-patung monumental.

ALAPRIMA

Teknik melukis sekali (dan langsung) jadi, biasanya menggunakan cat air pada media kertas atau kanvas. Teknik ini hamper sama dengan teknik transparan (aquarel). Di mana cat yang telah tergores pada kertas tidak dapat lagi diperbarui ataupun diperbaiki dan biasanya sangat bergantung pasa kemampuan dan pengalaman kreatornya.

ALIRAN

Merupakan faham atau isme yang lebih menyangkut pandangan atau prinsip yang lebih dalam sifatnya dari suatu karya seni rupa, dan aliran tidak hanya ditentukan oleh bentuk fisik (visual) karya seni. Aliran lebih cenderung berartipaham, haluan, pendapat yang bersifat politis-ideologis, termasuk mempersoalkan gaya hidup. Sebagai contoh adalah Dekoratif Naivisme, dekoratif adalah gaya (prinsip / bentukluar gambar) sedang naivisme adalah aliran (prinsip ekspresi dalam karya).

ANATOMI PLASTIS

Penunjang studi dalam berkarya yang secara khusus mempelajari anatomi (struktur / bagian) tubuh mmanusia yang digambaarkan secara plastis (bervolume).

ANIMASI

Secara harfiah berarti menghidupkan. Animasi merupakan system bagaimana menggerakkan gambar-gambar dengan berbagai efek yang dipakai agar gambar tersebut terlihat hidup dan bergerak, biasanya alat yang dipakai adalah media foto atau film, yang sebelumnya biasanya merupakan hasil dari teknik menggambar secara manual atau dengan tangan.

APERTURE

Lubang yang mengatur masuknya cahaya melalui lensa film.

APOTIK KOMIK

Sekumpulan para perupa yang berasal dari latar belakang pendidikan akademik, ISI Yogyakarta yang kemudian beraktivitas seni dengan mengeksplorasi keberadaan komik sebagai media dan inspirasi berkarya. Mereka antara lain adalah Samuel Indratma, Bambang “Toko” Wijanarko, Popok Tri Wahyudi, dan Ari Diyanto. Sejak 1997 banyak rangkaian kegiatan yang telah mereka lakukan sepertipameran komik tembok, penerbitan komik-komik, dan lain-lain. Pada tahun 2000 mereka membuat ruang pamer yang disebut Galeri Publik, di mana ia hanya berupa tembok berukuran 1123 x 228 cm di tepi jalan Gamelan (nJeron Benteng) Yogyakarta. Media ini diperuntukkan bukan untuk oleh Apotik Komik tetapi juga mereka (perupa) yang berkeinginan meresponnya, dan penontonnya adalah public yang lalulalang di jalan tersebut.

APPLIED ART (seni terap)

Karya seni terap ini dipersepsikan sebagai karya seni yang dipakai untuk keperluan kehidupan sehari-hari secara langsung, seperti kerajinan, desain produk, desain grafis, dan lain-lain di luar yang memiliki fungsi sebagai benda pajangan (seni murni). Kata applied art sebenarnya dapat pula menyandang fungsi personal, dan fungsi social bagi kehidupan.

APRESIASI

Mengerti dan menyadari penuhnya seluk beluk hasil seni serta menjadi sensitif terhadap segi-segi didalamnya, sehingga mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya. Kemampuan mengamati dan menanggapi karya seni atau bentuk visual atau tekstual yang ada dalam karya seni, disana bukan sekadar kemampuan mencatat cirri-ciri (atau data) yang ada pada objek, namun lebih dari itu kesanggupan menemukan kandungan objek itu menjadi penting. Beberapa hal yang penting dalam mengamati / mengapresiasi karya seni adalah seringnya mengamati (perception constancy),  latar belakang informasi, kondisi psikolohi saat mengamati karya.

AQUAREL

Teknik melukis yang menggunakan cat air (transparan) sehingga lapisan cat yang ada dibawahnya (disapu sebelumnya) atau warna kertasnya masih nampak. Warna putih hamper tidak pernah dipakai, sebagai gantinya adalah wana kertas. Semakin banyak air yang digunakan akan mengencerkan cat, maka catnya semakin transparan. Kertas yang digunakan adalah bebas kayu (hanya terdiri dari selulosa) dan unsure minyak, yang terbuat daribahan dasar kain.

Pengertian Pendidikan Seni

Pendidikan berasal dari bahasa Yunani; paedagogie yang artinya bimbingan yang diberikan kepada anak atau siswa. Paedagogie atau Pendidikan lebih dikenal dengan sebutan cara membimbing yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa (tua) kepada anak-anak atau siswa agar mencapai tingkat kedewasaan tertentu. Aplikasi pendidikan terus dikembangkan dan setiap orang memberikan penegasan maknanya, seperti yang dikemukakan oleh Cut Kamaril Wardani Surono (200:3).

  1.  Pendidikan seni adalah kegiatan membuat manusia agar mampu bertahan hidup dan mampu menunjukkan jati dirinya di masa depan, Maka kemampuan beragam bahasa (multi Ianguage) perlu dikembangkan melalui pendidikan untuk menghadapi pesatnya perkembangan kemampuan berbahasa non verbal: bunyi, gerak, rupa dan perpaduannya. Melalui kemampuan beragam bahasa seni (artistik), manusia diharapkan mampu memahami dan berekspresi terhadap citra budaya sendiri dan budaya lain (multi cultural). Pendidikan seni juga memiliki wacana multidimensional; artinya pendidikan seni memiliki cakupan yang luas; baik yang berkaitan dengan masalah budaya ataupun ilmu pengetahuan.
  2.  Pendidikan seni adalah sebuah cara atau strategi menamkan pengetahuan dan ketrampilan, dengan cara mengkondisikan anak atau siswa menjadi kreatif, inovatif, dan mampu mengenali potensi dirinya secara khas (karakteristiknya) serta memiliki sensitivitas terhadap berbagai perubahan sosial budaya dan lingkunga
oleh Robby_Hidayat
Sumber: studiotari.blogspot.com

Pengertian Musik Tradisional

Musik tradisional adalah musik atau seni suara yang berasal dari berbagai daerah, dalam hal ini di Indonesia. Musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Musik ini menggunakan bahasa, gaya, dan tradisi khas daerah setempat. Secara umum, musik tradisional memiliki ciri khas sebagai berikut :

  1. Dipelajari Secara Lisan

    Sebagai bagian dari kebudayaan, musik daerah diwariskan secara turun temurun. Proses pewarisan musik ini biasanya dilakukan secara lisan. Generasi tua mengajarkan komposisi musik daerah kepada generasi muda. Anak-anak itu akan meneruskannya pula kepada anak-anak mereka. Demikian seterusnya, sehingga tradisi musik tersebut tetap dikenal oleh masyarakat. Atau orang yang telah mahir memainkan instrumen musiknya atau terampil menyanyikan lagu-lagu daerah akan memberikan contoh kepada pengikutnya untuk kemudian ditirukan. Orang yang belajar harus menghapalkannya tanpa ada catatan. Dengan terus berlatih, ia akan menguasai semakin banyak lagu dan teknik.

  2. Tidak Memiliki Notasi

    Proses pembelajaran yang berlangsung secara lisan membuat partitur (naskah musik) menjadi suatu hal yang tidak terlalu penting. Oleh karena itu, sangat lazim jika musik tradisional daerah tidak memiliki partitur notasi tertentu. Walau demikian, ada beberapa daerah yang memiliki notasi musik seperti di Pulau Jawa dan Bali. Namun, notasi ini tetap tidak memiliki partitur, tapi dipelajari secara lisan. Sebenarnya, hal ini dikemudian hari dapat menimbulkan masalah. Jika orang-orang yang belajar tentang kesenian itu semakin sedikit atau malah tidak ada, kesenian tersebut bisa punah. Tanpa catatan tertulis, orang lain tidak bisa melestarikannya.

  3. Bersifat Informal

    Musik Tradisional sangat lazim digunakan sebagai suatu bentuk ekspresi masyarakat. Musik ini banyak digunakan dalam kegiatan rakyat biasa sehingga bersifat lebih sederhana dan informal / santai. Hanya jika digunakan di kalangan istana saja jenis musik ini menjadi lebih kompleks dan formal / serius.

  4. Pemainnya Tidak Terspesialisasi

    Sistem yang dikembangkan dalam proses belajar instrumen musik daerah biasanya bersifat generalisasi. Pemain musik tradisional belajar untuk dapat memainkan setiap instrumen yang ada dalam suatu jenis musik daerah. Mereka akan belajar memainkan instrumen mulai dari yang termudah sampai yang terumit. Jadi, pemain musik daerah yang sudah mahir mempunyai kemampuan untuk memainkan semua instrumen musik tersebut.

  5. Syair Lagu Berbahasa Daerah

    Selain syair yang menggunakan bahasa daerah, musik tradisional juga menggunakan alunan melodi dan irama yang menunjukkan ciri khas kedaerahan. Misalnya, syair lagu dari daerah Jawa . Alunan melodinya pun menggunakan nada-nada dari tangga nada pelog dan slendro. Contoh lainnya, syair lagu dari daerah Jakarta umumnya berbahasa Betawi dan alunan melodinya tersusun atas tangga-tangga nada diatonis.

  6. Lebih Melibatkan Alat Musik Daerah

    Umumnya, permainan musik dalam lagu-lagu daerah di Indonesia dibawakan dengan alat-alat musik khas dari daerah-daerah itu sendiri. Contoh, lagu -lagu daerah Jawa umumnya diiringi oleh alat musik khas Jawa, yaitu gamelan. Contoh lainnya, lagu-lagu daerah Sulawesi Utara umumnya diiringi alat musik khas Sulawesi Utara, yaitu Kulintang.

  7. Merupakan Bagian dari Budaya Masyarakat

    Musik tradisional merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, setiap ciri kebudayaan masyarakat Sang Penciptanya pasti sudah melekat erat didalamnya. Musik daerah merupakan salah satu bentuk gambaran kebudayaan suatu daerah, selain tarian, pakaian, dan adat kebiasaan lainnya. Melalui musik daerah, kita dapat mengenali daerah asal musik itu dan ciri budaya masyarakatnya. Misalnya : ketika kita mendengarkan permainan gamelan Jawa kita akan langsung mengetahui kalau itu adalah musik daerah Jawa Tengah, bukan Sunda. Kita dapat mengenalinya lewat karakter permainan gamelan terutama lewat suara, irama, dan lagunya. Karakter inilah yang menggambarkan ciri khas adat Jawa. Salah satu contohnya adalah irama musik gamelan Jawa yang umumnya terdengar melantun halus dan lembut. Hal ini menunjukkan budaya orang Jawa yang menekankan tutur kata yang halus, ramah, dan sopan.

Dari pengertian dan ciri-ciri musik tradisional tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa musik tradisi cenderung bersifat eksklusif. Artinya, musik ini tidak dapat dinikmati secara luas oleh masyarakat di luar kebudayaan yang melahirkan musik tersebut. Komposisi, fungsi, nilai, dan karakteristik syair musik tradisi suatu masyarakat sangatlah khas sehingga tidak mudah untuk dinikmati atau diterima sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat lain. Oleh karena itu, musiktradisi cenderung kurang dapat berkembang sehingga musik ini sering disebut sebagai musik tradisional.

by Ferry Cahyo Nugroho
Sumber : Seni Musik SMA 1 dan 2 ( penerbit : erlangga )

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.